Metode Demonstrasi (Demonstration Methods)

Metode demonstrasi merupakan metode penyajian bahan pelajaran dengan cara memperagakan, mempertunjukkan, atau mempertontonkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan. Metode yang dapat digunakan pada semua mata pelajaran ini, dalam pelaksanaannya harus memperhatikan posisi siswa seluruhnya. Para siswa harus dapat mengamati dan memperhatikan objek yang sedang didemonstrasikan.

Mengapa demonstrasi perlu dilakukan?

  • Mengonkretkan suatu konsep yang abstrak
  • Melatih cara menggunakan prosedur secara tepat
  • Membuktikan bahwa alat dan prosedur tersebut dapat digunakan.

Karakteristik Metode Demonstrasi:

  • Membelajarkan siswa dalam penguasaan prosedur tertentu
  • Situasi yang digunakan adalah objek yang sebenarnya
  • Selain guru, nara sumber lain juga dapat dijadikan model.

Langkah-langkah metode demonstrasi:

  • Merumuskan tujuan yang akan dicapai siswa setelah proses demonstrasi berakhir
  • Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan dalam demonstrasi
  • Mempersiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan
  • Menjelaskan kepada siswa tentang topik yang akan didemonstrasikan
  • Melakukan demonstrasi yang akan dilihat dan ditirukan siswa
  • Penguatan melalui diskusi, tanya jawab, dan latihan
  • Kesimpulan dari demonstrasi yang telah dilakukan.

Kemampuan guru dan siswa yang harus dimiliki agar demonstrasi berjalan dengan baik.
Kemampuan guru:

  • Menguasai materi, langkah-langkah, dan proses pelaksanaan demonstrasi
  • Mampu dan menguasai kelas secara menyeluruh
  • Mampu menggunakan peralatan demonstrasi
  • Mampu melakukan penilaian proses

Kemampuan siswa:

  • Tertarik/termotivasi dengan topik demonstrasi
  • Memahami tujuan demonstrasi
  • Mampu mengamati proses demonstrasi.

Keunggulan metode demonstrasi:

  • Dapat memusatkan perhatian siswa
  • Siswa dapat memahami materi pelajaran sesuai dengan objek yang sebenarnya
  • Mengembangkan rasa ingin tahu siswa
  • Dapat melakukan pekerjaan berdasarkan proses yang sistematis
  • Masalah atau pertanyaan pada diri siswa dapat terjawab melalui pengamatan langsung saat proses demonstrasi dilaksanakan.

Kelemahan metode demonstrasi:

  • Kurang sesuai untuk jumlah siswa yang terlalu banyak
  • Hanya menimbulkan cara berfikir konkret
  • Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di dalam kelas
  • Terkadang terjadi, proses yang didemonstrasikan di dalam kelas berlainan dengan situasi yang sebenarnya di luar kelas
  • Memerlukan waktu yang relatif lama
  • Memerlukan biaya.
Sumber: Anitah, Sri. (2007). Model-model Belajar dan Rumpun Model Mengajar. Jakarta: Depdiknas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s