Metode Diskusi (Discussion Methods)

Metode diskusi merupakan cara mengajar yang dalam pembahasan dan cara penyampaian materinya melalui suatu pertanyaan atau permasalahan yang harus diselesaikan berdasarkan pendapat atau keputusan secara bersama. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan (Killen, 1998).
Kegiatan diskusi dapat dilakukan dalam kelompok kecil (3-7 siswa), kelompok sedang (8-12 siswa), dan kelompok besar (13-40 siswa) ataupun diskusi kelas.

Karakteristik Metode Diskusi:

  • Bahan pelajaran dikemukakan dengan topik permasalahan yang akan merangsang siswa menyelesakan permasalahan tersebut
  • Membentuk kelompok yang terdiri dari beberapa orang siswa untuk menyelesaikan permasalahan
  • Kelancaran diskusi ditentukan oleh moderator
  • Semua siswa sebagai anggota kelompok dalam diskusi mengarah pada pendapat/kesimpulan bersama
  • Guru sebagai pembimbing, fasilisator, dan motivator.

Kemampuan yang harus dimiliki oleh guru dan siswa untuk mengoptimalkan metode diskusi 
1. Kemampuan yang harus dimiliki guru:

  • Mampu merumuskan permasalahan yang akan diselesaikan oleh siswa
  • Mampu membimbing siswa untuk merumuskan/mengidentifikasi permasalahan serta menarik kesimpulan
  • Mampu membagi siswa ke dalam kelompok sesuai dengan kebutuhan permasalahan dan pengembangan kemampuan siswa
  • Mampu mengelola pembelajaran dengan baik.

2. Kemampuan yang harus dimiliki siswa:

  • Memiliki motivasi, perhatian, dan minat dalam berdiskusi kelompok
  • Mampu mengikuti dan melaksanakan diskusi dengan baik
  • Mampu menerapkan belajar bersama teman sekelompok
  • Mampu memunculkan ide dan pendapat masing-masing
  • Mampu memahami dan menghargai pendapat orang lain.

Prosedur Metode diskusi
Tahap persiapan
-Memberitahukan tujuan/kompetensi yang akan dicapai setelah proses diskusi berakhir
-Membagi siswa ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan kebutuhan
-Menjelaskan tahapan kegiatan yang akan dilalui siswa.

Kegiatan inti
-Merumuskan masalah berdasarkan topik pembahasan dan tujuan pembelajaran
-Mengidentifikasi masalah/sub masalah berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan
-Analisis masalah berdasarkan sub masalah
-Menyusun laporan oleh masing-masing kelompok
-Presentasi hasil diskusi kelompok melalui diskusi kelas.

Kegiatan Penutup
-Melaksanakan penguatan pemahaman konsep dan prinsip yang diperoleh dari keseluruhan pendapat siswa
-Menyimpulkan hasil diskusi berdasarkan rumusan masalah/submasalah

Keunggulan Metode Diskusi

  • Saling bertukar pikiran antar siswa sehingga memperluas wawasannya
  • Merangsang kreativitas siswa untuk memunculkan ide/pendapat dalam memecahkan suatu masalah
  • Menumbuhkan rasa tanggung jawab
  • Menigkatkan kemampuan berkomunikasi
  • Mengembangkan sikap menghargai pendapat orang lain
  • Memberikan kesempatan belajar menjadi lebih aktif

Kelemahan Metode Diskusi

  • Relatif memerlukan waktu yang cukup banyak
  • Apabila siswa tidak memahami konsep dasar permasalahan maka diskusi menjadi tidak efektif
  • Pada umumnya diskusi akan dikuasai oleh siswa yang suka berbicara atau ingin menonjolkan diri
  • Tidak semua topik dapat dijadikan bahan diskusi, hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan
  • Tidak semua guru memahami cara siswa melakukan diskusi
Sumber: Ruhimat dan Herry. (2007). Pemilihan Metode Mengajar. Jakarta. Depdikbud

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s