Marhaban yaa Ramadhan

Marhaban yaa Ramadhan, selamat datang bulan Ramadhan bulan penuh berkah, karomah, maghfirah bulan istimewa diantara bulan-bulan lain dimana Allah swt pada bulan ini memberikan banyak keistimewaan dan kesempatan untuk berbuat kebaikan dan Allah melipat gandakan pahalanya.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:

Adalah Rasulullah SAW memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa’.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i).

Subhanaallah, Maha Suci Allah swt kita masih diberi kenikmatan umur untuk dapat bertemu kembali dengan bulan suci ini. Tak terasa kita akan memasuki kembali bulan Ramadhan pada tahun ini yang menginjak pada tahun 1434 H/2013 M yang pada tahun ini pemerintah menetapkan awal Ramadhan jatuh pada tanggal 10 Juli 2013 bertepatan pada hari Rabu. Ketetapan ini diambil setelah pemerintah dan ormas islam berkumpul pada sidang isbat yang digelar pada hari Senin (8/7/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com —Sidang isbat awal Ramadhan 1434 H digelar di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Senin (8/7/2013) sore. Menteri Agama Suryadharma Ali memimpin jalannya sidang. Sidang yang akan mempertimbangkan hasil hisab dan rukyat ini dimulai sekitar pukul 17.00 dengan pemaparan pakar tentang hilal untuk menentukan awal Ramadhan yang disampaikan oleh Anggota Badan Hisab dan Rukyat Planetarium Cecep Nurwendya. Sidang berjalan tertib dan khidmat. [Read More…]

Penetapan 1 Ramadhan 1434 H/2013 M 

Jakarta, beritasatu.com – Pemerintah bersama ormas Islam memutuskan awal puasa jatuh pada Rabu (10/7) 2013 berdasarkan Sidang Itsbat yang berlangsung di Gedung Kementerian Agama, Jakarta.

“Sidang Itsbat telah memutuskan bahwa 1 Ramadhan 1434 Hijriah jatuh pada Rabu (10/7) 2013, berdasarkan laporan bahwa posisi hilal adalah 0,56 derajat, sangat jauh dari satu bahkan dua derajat,” ujar Menteri Agama Surya Dharma Ali saat Sidang Itsbat di Jakarta, Senin.

Selain laporan posisi hilal, Menag mengatakan bahwa putusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan antara Kementerian Agama dan 12 ormas yang menghadiri sidang Itsbat.

“Dari 12 pembicara perwakilan ormas Islam, tidak ada satupun yang menolak laporan yang disampaikan bahwa posisi hilal berada pada 0,56 derajat,” ujar Menag.

Dengan demikian, lanjut Menag, pemerintah dan ormas Islam menyepakati bahwa terdapat 30 hari pada bulan Sya’ban 1434 H.

Menag Surya menyarankan agar keputusan pemerintah tersebut dapat menjadi pemersatu dari keputusan penetapan awal Ramadhan yang berbeda.

“Akan tetapi, apabila kebersamaan masih belum bisa diwujudkan dalam penentuan awal Ramadhan, pemerintah tidak akan berputus asa untuk terus melakukan dialog bagi mereka yang masih berbeda,” kata Menag Surya.

Kementerian Agama menggelar Sidang Itsbat pada Senin (8/7) untuk menentukan awal Ramadhan 1434 H yang dihadiri perwakilan negara sahabat dan beberapa ormas Islam yang dimulai pukul 17.00 WIB dan berakir pukul 19.30 WIB.

Sidang tersebut dipimpin oleh Menteri Agama Surya Dharma Ali didampingi Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Pada tahun ini ada perbedaan pelaksanaan awal Ramadhan antara Muhammadiyah dan Pemerintah Pusat dalam hal ini kementrian agama. Muhammadiyah secara resmi menetapkan awal Ramadhan jatuh pada  tanggal 9 Juli 2013 bertepatan pada hari Selasa. Penetapan itu berdasarkan hisab ‘hakiki wujudul hilal’ dan hasil musyawarah Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Pengurus Pusat Muhammadiyah secara resmi menetapkan awal Ramadhan 1434 Hijriah jatuh pada Selasa, 9 Juli 2013.

Penetapan itu berdasarkan hisab ‘hakiki wujudul hilal’ dan hasil musyawarah Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

“Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menyepakatinya melalui ketentuan yang telah ditetapkan. Awal Ramadhan pada 9 Juli 2013,” ujar Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Nadjib Hamid, kepada wartawan di Surabaya, Rabu (12/6).

Penetapan yang ditandatangani Ketua umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin dan Sekretaris umum PP Mummadiyah, Danarto, seperti tertuang dalam Maklumat No.04/MLM/I.0/E/2013 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1434 H tertanggal 23 Mei 2013. [Read More…]

Kendati demikian, perbedaan bukanlah suatu hal yang harus senantiasa di perdebatkan. Perbedaan tersebut dapat dikatakan “That’s Indonesia” negara yang berdasar pada Pancasila. “Bhinneka Tunggal Ika” – menjadi simbol bahwa perbedaan tidak menghalangi kita untuk tetap bersatu. Yang terpenting penetapan itu memiliki dasar dan tuntunan yang benar dan sesuai dengan syariah Islam.

Akhirnya, kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa pada Ramadhan tahun ini, semoga amal ibadah serta kebaikan kita pada bulan ini senantiasa di berkahi dan mendapat ridho dari Allah swt amieen yaa rabbal alaamiin.

Sumber: 

http://www.miit-toronto.org/tuntutan_puasa.htm

Kompas.com

Beritasatu.com

Republika.co.id

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s